Bulukumba, Beranda.News – Pembagian los di Pasar Sentral Bulukumba menjadi perhatian banyak pihak, khususnya para pedagang emas. Ketegangan sempat terjadi karena para pedagang berupaya mendapatkan lokasi strategis dan nyaman untuk berjualan
Namun, pembagian los harus dilakukan secara adil agar seluruh pedagang mendapatkan tempat sesuai harapan mereka.
Koordinator pedagang emas, Hj. Pia, tampil anggun namun penuh semangat dalam memperjuangkan kepentingan rekan-rekannya.

Also Read
Ia menegaskan bahwa pedagang emas sebaiknya ditempatkan dalam satu barisan agar Pasar Sentral Bulukumba terlihat lebih rapi, tertata, dan memudahkan sesama pedagang dalam menjaga keamanan.
Hj. Pia juga mengingatkan Dinas Perdagangan agar memprioritaskan pedagang yang sebelumnya telah memiliki los, memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), masih aktif berjualan, serta terdampak pembongkaran.
Berkat perjuangannya, para pedagang emas akhirnya mendapatkan los khusus dalam satu barisan, sesuai dengan harapan mereka.
“Alhamdulillah, apa yang kami harapkan tercapai. Semua pedagang emas disepakati untuk berada dalam satu barisan di Gedung B Pasar Sentral oleh Dinas Perdagangan,” ujar Hj. Pia dengan penuh haru.Senin 17 Februari 2025
Kepala Dinas Perdagangan Bulukumba, Alfian A. Mallihungan, menegaskan bahwa pembagian kios dilakukan secara adil sesuai dengan jenis dagangan masing-masing agar pasar lebih tertata dan memudahkan pengunjung.
“Ada empat blok dengan total 545 kios yang telah kami bagikan. Blok B untuk pakaian jadi, Blok E untuk emas, aksesoris, dan sepatu, Blok C untuk dagangan campuran, serta Blok D untuk penjahit. Kami menatanya dengan baik agar semua terakomodasi secara adil,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa semua blok pasar ditargetkan beroperasi sebelum bulan Ramadan.
“Setelah semua pedagang mendapatkan tempat masing-masing, kami akan segera membuka pasar, insyaallah sebelum bulan puasa. Syarat utama mendapatkan kios adalah bagi pedagang yang sebelumnya sudah memiliki kios yang dibongkar dan memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Jika masih ada kios yang kosong, maka akan dibuka pendaftaran baru,” ujarnya.
Alfian juga bersyukur karena Pasar Sentral Bulukumba diminati banyak pedagang.
“Banyaknya pedagang yang ingin mendapatkan kios, bahkan sampai terjadi perdebatan panjang saat pembagian, menunjukkan bahwa pasar ini sangat diminati. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan Pasar Sentral Bulukumba berhasil menarik perhatian pedagang,” pungkasnya.

















