BULUKUMBA,Beranda.News – Aksi demonstrasi Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Cipayung Plus dan Koalisi 1 September Bulukumba, Senin (1/9/2025), berlangsung aman dan kondusif meski digelar sejak siang hingga malam hari.
Ratusan massa aksi terbagi dalam dua titik. Kelompok Cipayung Plus berorasi di depan Kantor DPRD Bulukumba, sementara Koalisi 1 September menduduki pertigaan jalan menuju Masjid Islamic Center.
Kondusifnya aksi ini tidak terlepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan aparat TNI–Polri kepada para mahasiswa. Dengan komunikasi humanis, situasi yang berpotensi memanas dapat terkendali hingga aksi berakhir.

Also Read
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah keberanian Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, yang langsung menyambangi massa aksi. Dari 40 anggota DPRD, hanya dirinya yang berani keluar menemui mahasiswa di dua titik untuk menerima aspirasi mereka.
Berbeda dengan Ketua DPRD Bulukumba, Ummy Syaitun Khadijah. Ia sempat mendapat penolakan saat menyampaikan narasi aspirasinya. Namun, Ummy tetap bertahan, bahkan kembali menemui massa aksi di malam hari sebagai bentuk keseriusan mendengarkan suara masyarakat.
Aksi mahasiswa dan masyarakat ini merupakan wujud kekecewaan terhadap kebijakan dan sikap sebagian wakil rakyat di tingkat pusat. Massa menyoroti kenaikan tunjangan anggota DPR RI sebesar Rp3 juta per hari di tengah kondisi ekonomi sulit, serta perilaku anggota dewan yang berjoget di ruang paripurna yang dianggap sakral.
Kemarahan publik juga dipicu oleh pernyataan kontroversial anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang menyebut masyarakat “tolol”, serta ucapan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dinilai merendahkan profesi guru dengan menyebut mereka sebagai “beban negara”.
Meski aksi berlangsung hingga malam, seluruh rangkaian berjalan damai. Mahasiswa dan masyarakat pulang dengan tertib setelah aspirasi mereka disampaikan dan diterima perwakilan DPRD Bulukumba.


















