BULUKUMBA, Beranda.News-Pemuda di Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba menyoroti kualitas pekerjaan talud yang sementara dikerjakan di Desanya. Mereka menilai pekerjaan konstruksi itu diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis.
Dua tokoh pemuda Desa Tamaona,Bung Tahir dan Bung Ilho, menyampaikan kritik terhadap kualitas pekerjaan yang mereka temukan di lapangan. Keduanya menilai sejumlah aspek pekerjaan mulai dari material hingga struktur pondasi perlu mendapat perhatian serius.
Menurut mereka, salah satu persoalan yang ditemukan adalah penggunaan material pasir yang bercampur tanah serta campuran bahan yang dinilai tidak sesuai standar.

Also Read
“Kami soroti mulai bahan material, pasir yang bercampur Tanah. Galian pondasi yang dangkal, bahkan ada yang tidak digali, campuran yang tidak sesuai,” ujar Tahir.
Ia menjelaskan, dari hasil pengamatan di lapangan, terdapat dugaan ketidaksesuaian pada ukuran pondasi. Ia menyebutkan bahwa ukuran pondasi yang seharusnya memiliki lebar kaki sekitar 50 Cm dan bagian atas sekitar 30 Cm, dengan kedalaman galian minimal 20 Cm pada tanah padat dan sekitar 50 CM pada tanah lembab, diduga tidak diterapkan sebagaimana mestinya di beberapa titik pekerjaan.
Selain itu, ia juga menyoroti komposisi campuran material yang digunakan dalam pembangunan talud tersebut.
” campuran seharusnya 3/1 untuk semen 40 KG, sedangkan realisasi 5/1 lima pasir satu semen,” ungkapnya. Rabu, 11/3/2026
Kedua pemuda Desa Tamaona ini, mengaku temuan tersebut terdapat di beberapa titik lokasi pekerjaan dan siap dipertanggungjawabkan.
Mereka juga menegaskan, apabila kualitas pekerjaan dinilai buruk dan pengawasan tidak berjalan dengan baik, maka pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi bersama pemuda dari beberapa Desa di ruas jalan Bontomanai-Kindang
“Kami menyatakan jika, kontraktor tidak memperbaiki kualitas pekerjaan dan pengawas abai menjalankan pengawasan, kami akan melakukan konsolidasi untuk aksi gabungan antar pemuda Kecamatan Kindang dan kecamatan Rilau Ale, dan meminta pekerjaan di hentikan,” katanya.
Meski demikian, mereka menegaskan bahwa kritik tersebut bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan agar pekerjaan yang dilakukan benar-benar berkualitas.
Menurut mereka, pembangunan jalan tersebut sudah lama dinantikan masyarakat sehingga diharapkan dikerjakan dengan baik.
“jalan ini sudah lama di tunggu dan sangat di harapkan, jadi harus berkualitas karna jika sudah selesai baru di protes hanya tinggal kenangan,” ujarnya.
Selain itu, mereka juga menyoroti bagian sayap jalan yang dinilai timbunan kurang padat karena menggunakan timbunan batu gunung yang berpotensi menyisakan rongga.
“kondisi timbunan bagian bibir jalan berisiko mengalami amblas apabila terjadi hujan deras karna menggunakan Timbunan batu gunung.ujarnya
Iapun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses pekerjaan yang sedang berlangsung.
“Kami mengajak masyarakat, Desa Bulolohe, Desa Anrang, Desa Tamaona dan Kindang ikut mengawasi pekerjaan talud dan pengaspalan,” pintahnya













