BULUKUMBA, Beranda.News- Pekerjaan talud pada proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) di wilayah Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, mendapat sorotan dari warga setempat. Pondasi talud disebut dikerjakan tanpa galian sehingga dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis pekerjaan.
Salah satu pemuda setempat, Callu, menilai pekerjaan talud dilakukan secara asal-asalan dan berpotensi merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Menurutnya, pondasi talud tidak digali sebagaimana mestinya. Bahkan pada bagian bawah, batu hanya ditumpuk tanpa pengikat semen.

Also Read
“Yang Saya lihat, Pekerjaan pondasi talud tidak sesuai juknis. Tanah tidak digali untuk pondasi, bahkan bagian bawah tidak diberi pengikat semen, hanya batu baku ditumpuk,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Ia juga menyoroti ukuran pondasi yang dinilai tidak memenuhi standar. Dari pengamatannya, lebar bagian bawah hanya sekitar 30 Cm, sedangkan bagian atas sekitar 20 Cm.
Selain itu, pekerjaan disebut dilakukan di atas tanah bekas longsor yang kondisi tanahnya lembek dan tidak padat, sehingga dikhawatirkan talud tidak akan bertahan lama.
“Lucunya lagi, pekerjaan itu dikerjakan di atas tanah bekas longsor, yang tentu kondisinya lembek dan berair bagian bawahnya bahkan tanah tidak padat. Jika turun hujan deras akan ambruk, Seharusnya digali lebih dalam, karena tanah bekas longsor memungkinkan talud tidak akan bertahan lama,” katanya.
Callu juga menyoroti aspek keselamatan kerja. Ia menyebut para tukang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), yang berisiko membahayakan pekerja di lokasi proyek.
Diketahui, pekerjaan tersebut dikerjakan oleh subkontraktor bernama Andi Tenri.
Ia meminta agar pengawas proyek benar-benar menjalankan tugasnya di lapangan dan tidak melakukan pembiaran terhadap pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
“Pengawas harus betul-betul mengawasi, jangan main mata dengan pelaksana pekerjaan, karena ini akan merugikan masyarakat yang akan memanfaatkan jalan,” tegasnya.

Callu juga menyayangkan jika proyek jalan yang sudah lama dinantikan warga justru dikerjakan tidak maksimal.
“Disayangkan, hadiah awal tahun 2026 dari Bupati Bulukumba dan AIA ruas jalan Bontomanai-Kindang ini dikerjakan asal-asalan, padahal sudah lama diidam-idamkan warga,” katanya.
Ia menambahkan, dirinya bersama warga berencana menyampaikan laporan resmi ke Balai terkait dugaan pekerjaan yang tidak sesuai teknis tersebut.















