Bululumba, Beranda.News– Aen Fikri (21) warga kelurahan Matekko, kecamatan Gantarang, Bulukumba, Sulawesi selatan,menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Dosen disalah satu perguruan tinggi swasta di Bulukumba
Tak hanya dianiaya, Aen Fikri ini juga di sekap dalam lemari selama 3 jam bahkan sempat di ancam akan di bunuh
Hal itu di benarkan Aen Fikri saat ditemui media ini, di Rumah sakit Sultan Daeng Radja Bulukumba

Also Read
Akibat penganiayaan itu, Aen Fikri mengalami luka di wajah, jari tangan nyaris putus dan lebam di bagian kepala
Tak hanya itu, mahasiswa STAI AL-GAZALI ini, selalu merasa pusing dan muntah muntah, padahal sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit
Rekan korban, Nurul Ihsan menceritakan, kejadiannya itu berawal korban memenuhi panggilan anak pelaku insial NK untuk kerja tugas kampus
“Teman saya ini datang kerumah pelaku karena di panggil oleh anaknya kerja tugas, tapi saat dia datang orang tuanya keluar rumah, tidak berselang lama melihat bapaknya datang, teman saya ini didorong masuk ke lemari, tak lama bapaknya membuka lemari itu dan melihat teman, anaknya pun mengaku tidak mengenal korban, saat itulah dianiaya, dipukul balok dan di parangi, lalu di sekap selama 3 jam.Ungkap Nurul Ihksan saat di temui dirumah sakit oleh awak media ini Jumat Juni 2022
Tak hanya itu, pelaku juga sempat mengeluarkan kata ingin membunuh ” saya shalat Istikharah dulu minta petunjuk sama Allah apakah saya membunuhmu atau tidak. Ujarnya meniru perkataan pelaku
Beruntung saat di sekap korban sempat menelpon temannya, sehingga temannya datang untuk menolong
“Aen Fikri menelpon, minta tolong kalau dia lagi di sekap dilemari, jadi kami kesana, sampai disana ketok ketok pintu, pak dosen keluar dengan suara marah, apa nu ambil kesini? saya bilang ingin jemput teman dari tadi kesini kerja kelompok tapi tidak pulang sampai sekarang, tanpa kata lagi dia nyaris memarangi saya, jadi saya tidak berani masuk, ia lalu berkata panggil orang tuanya kesini, jadi saya pergi panggil bapak Aen Fikri, di tengah jalan menuju rumah pelaku, kami ketemu Firki di jalan yang sudah bersimbah darah. Katanya

















