Bulukumba, Beranda, News– Kasus Penganiayaan Mahasiswa yang melibatkan Oknum Dosen disalah satu perguruan Tinggi swasta Bulukumba, Berakhir Damai dengan uang 75 Juta
Berita penganiayaan tersebut sempat Viral dan terbit di siaran media TV Nasional, Kasus itu sempat tenggelam, Namun akhir akhir ini beredar ada uang 75 yang dibagi bagi untuk perdamaian kasus tersebut
Dalam pengurusan perdamaian, diduga otak perdamaian dan yang mengatur uang sebanyak 75 juta adalah oknum wartawan yang mengaku penasehat Hukum Polda Sulsel, inisial HR.

Also Read
Padahal, Pelaku sempat di umumkan menjadi tersangka Oleh Kasat Reskrim Bulukumba, Muh. Yusuf yang telah pindah tugas, atas kejadian penganiayaan kepada mahasiswanya sendiri
Pelaku HKM yang di konfirmasi oleh media ini mengakui memberi uang 75 juta kepada Oknum yang mengaku keluarga korban dan penasehat Hukum Polda
Saat di tanya apa ada oknum wartawan terlibat pada perdamaian tersebut? Pelaku sempat mengelak “aliran uang kewartawan saya tidak tau .Katanya
Namun di belakang dia mengirim foto yang menjadi otak perdamaian, ternyata benar Oknum wartawan yang mengaku penasehat Hukum Polda adalah salah satu wartawan yang ada di Bulukumba
” Foto yang di sertai Tulisan, Namanya Hery, yang mengaku Kel. Pelapor dan penasehat Hukum Polda, yang baju putih.Tulisnya
Atas kejadian tersebut, Pelaku menyadari telah melakukan tindakan yang keliru karena posisinya sebagai Tokoh agama. Ia mengaku melakukan hal tersebut karena menjaga nama Organisasi
“Saya sungguh sedih, Sudah jatuh tertimpa tangga pula, tapi ini saya lakukan demi menjaga Marwah organisasi yang saya pimpin. Pungkasnya.
Dari pihak keluarga korban, Andi IR, juga mengaku kasus keluarganya berakhir Damai, namun soal 75 Juta ia membantah telah menerima, dia hanya tahu soal pembiayaan di rumah sakit di tanggung pelaku.
“iye berakhir damai, bukan bayar tapi membiayai seluruh pengobatannya korban.Ujarnya
Namun ia juga membantah ikut dalam perdamaian kasus keluarganya
” Saya tidak terlibat dalam perdamaian, karna saya hanya mendampingi keluarga mencari keadilan. Kalau ada yang sebut nama saya, kita tanya suruh kurang kurangi berbohong tuami dunia.Katanya
Dibelakangan, dia mengaku jika ada keluarganya yang memang pernah menawarkan uang perdamaian kepada orang tua korban dan ada oknum wartawan yang mengatur perdamaian itu
” Ada memang keluarga yang datangi bapak korban menawarkan uang damai, tapi saya tidak tahu itu jadi apa tidak. Juga benar ada wartawan yang tangani itu kasus.Bebernya.
Iapun kaget mendengar uang 75 juta untuk perdamaian, karena jumlah tersebut terlalu tinggi dari biaya keluargannya di rumah sakit, tapi diapun tidak mau menyebut berapa total biaya di rumah sakit.
Sementara itu,Humas Polda Kombes Pol Komang Suhartana yang di konfirmasi media ini terkait kebenaran oknum yang mengaku penasehat Hukum Polda belum ada jawaban hingga berita ini di terbitkan.















