Bulukumba, Beranda.News- Seorang pemuda bernama Asrul, yang berasal dari Toraja, mengalami kecelakaan kerja di tambak udang 2512 di Kapas, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Bulukumba. Pada Sabtu malam 16 September 2023
Sayangnya, ia meninggal dunia di Rumah Sakit RSUD Sultan Daeng Radja pada pukul 08.30 Minggu Pagi 17/9/23
Kejadian ini disertai dengan situasi yang menyedihkan karena korban terbaring sendirian di rumah sakit tanpa didampingi oleh pihak perusahaan atau keluarganya sampai saat-saat terakhirnya.

Also Read
Rekan korban sempat mengkritik pelayanan di Rumah Sakit Sultan Daeng Radja Bulukumba, menganggap bahwa pasien tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Namun, pihak rumah sakit membantah klaim tersebut. Humas rumah sakit, Andi Ayatullah, menjelaskan bahwa pasien telah ditangani oleh dua dokter ketika masuk ke IGD. Masalahnya, keluarga atau perusahaan tidak ada yang mendampingi pasien selama perawatan
“Ceritanya begini, Pasien ini masuk ke IGD, dia ditangani oleh dua dokter. Karena di ruang IGD ini, dokter ahli stand by meskipun itu hari libur. Jadi, seharusnya tidak masuk akal jika di IGD tidak ada dokter. Namun, yang sebenarnya tidak ada adalah keluarga pasien dan pihak perusahaan yang mendampingi, sehingga hanya keluarga pasien lain yang berada di dekatnya yang mengurus korban. Terang Ayatullah.
Sementara itu Ical, salah seorang yang mengurusi pasien karena kasihan, menceritakan bahwa pasien masuk rumah sakit ditemani oleh dua temannya, namun kemudian teman-temannya pergi. Ical merasa kasihan dan mengajak berbicara pasien, bahkan memberikan air dan makanan karena pasien merasa lapar dan haus.
Pasien saat itu merasakan sakit yang hebat dibagian pinggangnya, tapi tidak ada yang mengawasi dari pihak perusahaan, Pasien akhirnya tidur setelah diberi obat penenang oleh perawat , saat itu juga saya pulang kerumah, dan saat pagi hari, ada kabar pasien telah meninggal dunia karena sakit di pinggangnya.
Atas peristiwa itu, Ical sangat kecewa dengan sikap perusahaan yang tidak mengutamakan pendampingan pasien dan berprikemanusian, mengingat kondisi pasien dalam kondisi kritis. Menurutnya, perusahaan seharusnya bertanggung jawab dan hadir di sisi pekerjanya yang sakit.
“Pihak perusahaan ini semestinya memperhatikan pekerjanya yang masuk rumah sakit dalam keadaan kritis, mereka seharusnya korbankan waktunya menjaga pasien karna ini korban kecelakaan kerja, itukan tanggung jawab perusahaan, tapi ini di tinggal kaya binatang saja kasihan.Cetusnya
Kecelakaan diduga terjadi saat pasien jatuh dari empang dan terkena baling-baling tempat menyusui udang yang mengenai pinggangnya
Pihak perusahaan Tambak 2512, yang telah beberapa kali dikonfirmasi oleh media ini, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan















