Bulukumba, Beranda News – Maraknya pencurian tanaman porang dalam beberapa waktu terakhir kian meresahkan petani di Desa Benteng Gantareng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Aksi pencurian tersebut bahkan semakin berani, meski telah dilaporkan ke pihak berwenang.
Salah seorang petani porang, Mail, mengaku menjadi korban pencurian tanaman porang miliknya yang baru ditanam empat hari sebelumnya. Sedikitnya lebih dari 200 kilogram bibit porang raib digondol pelaku dengan kerugian puluhan juta rupiah.
“Porangnya dicabut semua. Diperkirakan pelakunya lebih dari tiga orang, terlihat dari banyaknya bekas jejak kaki di lokasi.mereka beraksi dimalam hari, kasihan kami, sudah capek menanam dan mengeluarkan banyak biaya, tapi porangnya justru dicuri orang,” Kata Mail dengan nada sedih, Rabu (31/12/2025)

Also Read
Pencurian terjadi di Dusun Tonrang Gowa, Desa Benteng Gantareng. Selain jejak kaki, pelaku juga meninggalkan puntung rokok serta karung yang diduga digunakan untuk mengangkut porang hasil curian itu diambil dari rumah-rumah kebun milik Mail.
Mail menyebut, aksi pencurian justru semakin nekat meski kejadian tersebut telah dilaporkan ke pemerintah desa dan pihak kepolisian. Hingga kini, kata dia, belum ada kejelasan terkait penangkapan para pelaku.
“Bukannya takut setelah dilaporkan, pencuri malah semakin berani beraksi,” ujarnya.
Tak hanya Mail, pencurian porang diketahui terjadi secara masif di wilayah tersebut. Dalam satu bulan terakhir, puluhan petani di Desa Benteng Gantarang dilaporkan mengalami kehilangan porang, baik yang masih berupa bibit maupun tanaman yang telah berumur hingga dua tahun.
Mail mengaku kecewa terhadap respons aparat dan pemerintah desa yang dinilai kurang peka terhadap laporan warga. Menurutnya, pembiaran tersebut semakin menambah keresahan petani yang menggantungkan hidup dari komoditas porang.
Ia berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas dengan mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku. Selain itu, ia meminta pemerintah desa bersama aparat keamanan melakukan patroli serta pemantauan secara intensif, terutama pada malam hari, guna mencegah jatuhnya korban baru.
“Ini sangat merugikan dan membuat petani resah. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar laporan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Benteng Gattareng yang dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.
















