Aksi Dua Aktivis Perempuan di Paripurna Hari Jadi Bulukumba disorot, Isu Didukung Cara Dipersoalkan

Dirman

Oplus_16908288

BULUKUMBA,Beranda.News — Aksi dua aktivis perempuan yang masuk ke ruang sidang paripurna DPRD Bulukumba dan menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan industri pabrik petrokimia di Bontobahari menuai sorotan. Aksi tersebut terjadi saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-66 dan kini videonya viral di media sosial.

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba, Amin Lahaseng, menilai substansi atau isu yang disuarakan para aktivis patut mendapat perhatian. Namun, ia menegaskan bahwa cara dan tempat penyampaian aspirasi tersebut dinilai kurang tepat.

“Isu aksinya saya dukung, tapi cara dan tempatnya yang kurang tepat, sama hal saat orang tua kita sedang berbicara dan ada tamu lalu anak datang teriak menyampaikan keinginannya,” kata Amin Lahaseng, Rabu (4/2/2026).

Dua aktivis perempuan tersebut diketahui masuk ke ruang paripurna sambil berteriak menyampaikan aspirasi dan membawa spanduk penolakan pembangunan industri petrokimia. Aksi itu sempat mengganggu jalannya sidang paripurna yang berlangsung dalam suasana resmi dan sakral.

Amin menyayangkan insiden tersebut terjadi di ruang paripurna DPRD yang menurutnya memiliki nilai kehormatan dan simbol kelembagaan.

“Sangat di sayangkan ini terjadi di ruang paripurna yang di anggap sakral bisa terjadi kekacauan yang seharusnya berjalan kenikmat,” jelasnya.

Selain itu, Amin juga menyoroti lemahnya pengamanan dalam sidang paripurna tersebut. Ia menilai petugas yang berjaga di pintu masuk kecolongan hingga memungkinkan aksi dilakukan di dalam ruang sidang.

“Ini menjadi evaluasi petugas satpol -PP dan panitia sidang paripurna, agar kedepannya tidak terjadi seperti itu begitu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amin mengingatkan bahwa Bulukumba dikenal dengan nilai budaya sipakatau dan sipakalebbi, yang menjunjung tinggi saling menghormati dan etika dalam ruang publik, termasuk dalam forum resmi pemerintahan.

“Apalagi budaya kita di Bulukumba dikenal, sipakatau dan sipakalebbi, tapi kenapa di ruang ruang sakral terjadi kekacauan seperti itu,” pungkasnya.

Popular Post

BERITA

Sadis! Pasutri Lansia di Bulukumba Dihajar Tetangga Pakai Balok, Tulang Patah Dan Luka Sobek

BULUKUMBA, BERANDA.NEWS– Sepasang suami istri lanjut usia di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan ...

BERITA

Desakan Penutupan Pabrik Porang di Bululumba Muncul, Sam Prakoso: Pemerintah Jangan Mencoba Khianati Petani

BULUKUMBA, Beranda.News – Meningkatnya desakan dari sejumlah pihak untuk menutup pabrik porang di Kabupaten Bulukumba mendapat respons dari Ketua Majelis ...

HEADLINENASIONAL

Warga Bulukumba Jadi Korban Penipuan DP Rumah Subsidi BTN Tiara Residen

Bulukumba, Beranda .News– Seorang warga Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro, bernama Ical, mengaku menjadi korban penipuan dalam proses pembelian rumah subsidi ...

HEADLINENASIONAL

Puluhan Desa di Bulukumba Akan Diperiksa Kejaksaan Terkait Program Ketahanan Pangan

Bulukumba, Beranda.News – Kejaksaan Negeri Bulukumba kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap penggunaan dana desa di sejumlah wilayah. Pemeriksaan ini merupakan bagian ...

BERITA

Muallim Tampa Racing Team Sabet Juara Umum di SSCP Bira 2025

BULUKUMBA, Beranda.News— Muallim Tampa Racing Team berhasil keluar sebagai juara umum dalam ajang Sulsel Super Championship Prix (SSCP) yang digelar ...

BERITA

A. Aswad Salam Jadi Kanit Tipiter, Aktivis HMI: Angin Segar bagi Bulukumba

Bulukumba,Beranda.News-Rotasi yang dilakukan Kapolres Bulukumba pada sejumlah unit di Satuan Reserse Kriminal mendapat apresiasi, khususnya penunjukan A. Aswad Salam akrab ...

Tinggalkan komentar