BULUKUMBA,Beranda.News — Aksi dua aktivis perempuan yang masuk ke ruang sidang paripurna DPRD Bulukumba dan menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan industri pabrik petrokimia di Bontobahari menuai sorotan. Aksi tersebut terjadi saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-66 dan kini videonya viral di media sosial.
Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba, Amin Lahaseng, menilai substansi atau isu yang disuarakan para aktivis patut mendapat perhatian. Namun, ia menegaskan bahwa cara dan tempat penyampaian aspirasi tersebut dinilai kurang tepat.
“Isu aksinya saya dukung, tapi cara dan tempatnya yang kurang tepat, sama hal saat orang tua kita sedang berbicara dan ada tamu lalu anak datang teriak menyampaikan keinginannya,” kata Amin Lahaseng, Rabu (4/2/2026).

Also Read
Dua aktivis perempuan tersebut diketahui masuk ke ruang paripurna sambil berteriak menyampaikan aspirasi dan membawa spanduk penolakan pembangunan industri petrokimia. Aksi itu sempat mengganggu jalannya sidang paripurna yang berlangsung dalam suasana resmi dan sakral.
Amin menyayangkan insiden tersebut terjadi di ruang paripurna DPRD yang menurutnya memiliki nilai kehormatan dan simbol kelembagaan.
“Sangat di sayangkan ini terjadi di ruang paripurna yang di anggap sakral bisa terjadi kekacauan yang seharusnya berjalan kenikmat,” jelasnya.
Selain itu, Amin juga menyoroti lemahnya pengamanan dalam sidang paripurna tersebut. Ia menilai petugas yang berjaga di pintu masuk kecolongan hingga memungkinkan aksi dilakukan di dalam ruang sidang.
“Ini menjadi evaluasi petugas satpol -PP dan panitia sidang paripurna, agar kedepannya tidak terjadi seperti itu begitu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amin mengingatkan bahwa Bulukumba dikenal dengan nilai budaya sipakatau dan sipakalebbi, yang menjunjung tinggi saling menghormati dan etika dalam ruang publik, termasuk dalam forum resmi pemerintahan.
“Apalagi budaya kita di Bulukumba dikenal, sipakatau dan sipakalebbi, tapi kenapa di ruang ruang sakral terjadi kekacauan seperti itu,” pungkasnya.














