Syahruni Haris: DPRD Bulukumba Sangat Terbuka terhadap Kritik, Isu Industri Dinilai Prematur

Dirman

BULUKUMBA, Beranda.News — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris, menegaskan bahwa DPRD Bulukumba tidak pernah menutup ruang penyampaian aspirasi masyarakat. Ia menyayangkan aksi demonstrasi yang dilakukan di ruang sidang paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Bulukumba karena dinilai dilakukan pada momentum yang tidak tepat dan menimbulkan kegaduhan.

Syahruni yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Bulukumba menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh undangan atas insiden tersebut.

“Atas nama pimpinan DPRD, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bulukumba dan seluruh undangan atas kegaduhan yang terjadi pada saat sidang paripurna,” ujar Syahruni kepada wartawan, Jumat (06/02/2026).

Ia menegaskan bahwa secara kelembagaan DPRD Bulukumba termasuk salah satu lembaga legislatif yang paling terbuka dalam menerima dan menindaklanjuti aspirasi publik.

“Saluran aspirasi di DPRD Bulukumba tidak pernah ditutup. Kami sangat terbuka dan selalu memberikan atensi terhadap aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Menurut Syahruni, persoalan utama dari aksi tersebut bukan pada substansi tuntutan, melainkan pada cara dan waktu penyampaiannya. Ia menilai penggunaan momentum sidang paripurna resmi daerah berpotensi menimbulkan kesan sensasional.

“Kalau DPRD alergi terhadap kritik dan tertutup terhadap aspirasi, mungkin sensasional itu diperlukan. Tapi ini yang tersumbat apa? DPRD sangat terbuka,” ujarnya.

Terkait tuntutan aksi yang menyinggung rencana Kawasan Industri dan pembangunan petrokimia, Syahruni menilai informasi yang digunakan para demonstran tidak memperhatikan perkembangan terbaru di DPRD.

Ia menjelaskan bahwa DPRD Bulukumba telah membahas isu tersebut secara serius dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), termasuk mengambil langkah-langkah antisipasi dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus).

“Jangan dikira hanya mereka yang berpikir soal kawasan industri. Di DPRD kami sudah bergelut, berpendapat, dan berpikir soal itu. Pansus yang dibentuk sudah menuntaskan,” tegasnya.

Syahruni menekankan bahwa hingga saat ini belum ada rencana konkret pembangunan industri petrokimia. Menurutnya, RTRW sebagai dasar penetapan zonasi kawasan saja belum disahkan, sehingga proses perizinan tidak mungkin berjalan.

“RTRW-nya saja belum selesai, bagaimana mau keluar izin? Tidak mungkin ada industri berdiri di luar kawasan industri. Pasti tidak akan keluar izinnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perizinan industri strategis seperti petrokimia tidak bersifat tunggal dan tidak hanya berada di tangan pemerintah daerah.

“Kalau itu program strategis nasional, izinnya berjenjang. Mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian terkait di tingkat pusat. Jadi ini tidak berdiri sendiri,” katanya lagi.

Syahruni menilai isu pembangunan petrokimia yang kembali mencuat saat ini bersifat prematur, karena belum ada izin maupun wacana resmi yang sedang berjalan.

“Ini sangat prematur. Izin saja belum ada, wacananya pun tidak ada. Pernah diwacanakan beberapa tahun lalu, tapi kemudian hilang,” ujarnya.

Selain menanggapi substansi aksi, Syahruni juga menyoroti isu dugaan intimidasi terhadap jurnalis yang mencuat setelah sidang paripurna. Ia menegaskan bahwa selama kegiatan berlangsung tidak ada upaya pembatasan terhadap kerja pers.

“Tidak ada jurnalis yang dihalangi meliput. Bahkan pengamanan sidang paripurna saat itu tergolong longgar,” bebernya.

Olehnya itu, Syahruni mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan dialog berbasis data dalam menyikapi isu-isu pembangunan di Kabupaten Bulukumba.

Popular Post

BERITA

Sadis! Pasutri Lansia di Bulukumba Dihajar Tetangga Pakai Balok, Tulang Patah Dan Luka Sobek

BULUKUMBA, BERANDA.NEWS– Sepasang suami istri lanjut usia di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan ...

BERITA

Desakan Penutupan Pabrik Porang di Bululumba Muncul, Sam Prakoso: Pemerintah Jangan Mencoba Khianati Petani

BULUKUMBA, Beranda.News – Meningkatnya desakan dari sejumlah pihak untuk menutup pabrik porang di Kabupaten Bulukumba mendapat respons dari Ketua Majelis ...

HEADLINENASIONAL

Warga Bulukumba Jadi Korban Penipuan DP Rumah Subsidi BTN Tiara Residen

Bulukumba, Beranda .News– Seorang warga Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro, bernama Ical, mengaku menjadi korban penipuan dalam proses pembelian rumah subsidi ...

HEADLINENASIONAL

Puluhan Desa di Bulukumba Akan Diperiksa Kejaksaan Terkait Program Ketahanan Pangan

Bulukumba, Beranda.News – Kejaksaan Negeri Bulukumba kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap penggunaan dana desa di sejumlah wilayah. Pemeriksaan ini merupakan bagian ...

BERITA

Muallim Tampa Racing Team Sabet Juara Umum di SSCP Bira 2025

BULUKUMBA, Beranda.News— Muallim Tampa Racing Team berhasil keluar sebagai juara umum dalam ajang Sulsel Super Championship Prix (SSCP) yang digelar ...

BERITA

A. Aswad Salam Jadi Kanit Tipiter, Aktivis HMI: Angin Segar bagi Bulukumba

Bulukumba,Beranda.News-Rotasi yang dilakukan Kapolres Bulukumba pada sejumlah unit di Satuan Reserse Kriminal mendapat apresiasi, khususnya penunjukan A. Aswad Salam akrab ...

Tinggalkan komentar