BULUKUMBA,Beranda News— Kontraktor pelaksana proyek pembangunan ruas Jalan Poros Bontomanai–Kindang angkat bicara menyusul sorotan masyarakat terkait dugaan kualitas pekerjaan talud yang dianggap cacat kontruksi di sejumlah titik. Terutama di Desa Tamaona dan Desa Kindang
Rudi, selaku perwakilan kontraktor, menegaskan pihaknya siap melakukan perbaikan atas setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis. Ia menyebut seluruh masukan dan sorotan yang muncul akan menjadi bahan evaluasi ke depan.
“Kalau memang ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau dikerjakan kurang baik, kami siap memperbaiki. Kami sebagai kontraktor tidak pernah menyuruh pekerja menggunakan campuran yang tidak sesuai standar juknis. Jika mereka tidak bisa memperbaiki, saya akan evaluasi dan siap menghentikan pekerjaan,” ujar Rudi kepada media ini, Senin, 9 Februari 2026.

Also Read
Terkait sorotan yang viral di media sosial, di Desa Tamaona dan Kindang, Rudi berdalih kondisi tersebut dipengaruhi faktor cuaca.
Menurutnya, hujan yang melanda wilayah Desa Tamaona dan Kindang berdampak pada kualitas pekerjaan di lapangan.
“Daerah Tamaona dan Kindang cuacanya tidak mendukung, Tiap hari hujan, mungkin faktor itu juga yang membuat kualitas pekerjaan tidak baik.katanya
Ia juga menanggapi kritikan warga bahwa pekerja mengaduk campuran material secara manual. “katanya, setiap kelompok pekerja di fasilitas mesin molen
Meski demikian, pernyataan kontraktor tersebut, belum sepenuhnya meredam kekhawatiran warga. Masyarakat Desa Tamaona dan Kindang justru berharap pekerjaan yang dinilai asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi agar dibongkar, bukan sekadar diperbaiki di bagian luar.
Sahrul, salah seorang pemuda Kindang, menilai perbaikan tambal sulam tidak menyelesaikan persoalan mendasar pada struktur bangunan talud.
“Kalau memang tidak sesuai standar dan materialnya tidak baik, sebaiknya dibongkar saja. Percuma diperbaiki kalau hanya ditutup plesteran semen di luar supaya kelihatan kokoh, tapi bagian dalamnya lemah. Itu sama saja tidak ada gunanya,” tegasnya.
Lanjutnya, ia berharap pengawasan terhadap proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut diperketat, agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat jangka panjang
Bahkan dia menekankan bahwa dalam pekerjaan ruas Jalan Bontomanai–Kindang, seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan aktif melakukan pengawasan.
“Masyarakat harus peka dan ikut mengawasi proyek jalan ini. Jangan sampai kritik terhadap pembangunan justru dianggap sebagai sikap sok tahu atau mencari-cari kesalahan,” ujarnya.














