BULUKUMBA, Beranda News — Pemuda di Desa Tamaona dan Desa Anrang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, mengaku geram terhadap dugaan ulah oknum LSM yang turun ke lokasi proyek ruas Jalan Bontomanai–Kindang dengan dalih melakukan investigasi. Namun, oknum tersebut dinilai lebih mengarah pada upaya mencari keuntungan pribadi dibanding melakukan pengawasan secara objektif.
Salah seorang pemuda Desa Tamaona, Ilho, menyayangkan tindakan oknum yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM), namun dinilai justru merusak citra organisasi itu sendiri.
“Banyak laporan saya dapat, ada oknum LSM turun investigasi lalu ketemu sub kontraktor, lucunya beberapa subkontraktornya mengaku oknum tersebut datang minta pembeli bensin,” ungkapnya, Kamis 13/3/2026.

Also Read
Menurut Ilho, kehadiran oknum tersebut tidak menunjukkan upaya untuk memperbaiki kualitas pekerjaan proyek, melainkan diduga demi kepentingan pribadi. Hal itu terjadi di tengah sorotan para pemuda terhadap kualitas pekerjaan talud yang dianggap dikerjakan asal-asalan.
Ia menilai, tindakan seperti itu berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan secara profesional oleh lembaga masyarakat.
“Di jalur Panjang Ruas jalan Bontomanai -Kindang, nda kekurangan orang orang kritis, pemuda banyak aktivis dan mantan ketua organisasi, jadi salah tempat kalau mau masuk alasan investasi ujung ujungnya minta minta,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa para pemuda di wilayah tersebut tidak akan tinggal diam apabila tindakan serupa kembali terjadi. Jika oknum tersebut mengulangi perbuatannya, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum.
Selain itu, Ilho menilai oknum tersebut hanya bermodalkan atribut organisasi seperti seragam dan kartu identitas, namun bertindak dengan cara yang tidak pantas, bahkan disebut mengancam pihak lain demi mencapai tujuannya.
Menurutnya, peran LSM seharusnya dijalankan secara profesional dan konstruktif, yakni melakukan pengawasan dan investigasi dengan cara yang baik serta memberikan masukan untuk perbaikan, bukan dengan tindakan yang meresahkan masyarakat.
Ia juga menyoroti sikap keras dan nada tinggi yang diduga dilakukan oknum tersebut saat berada di lapangan, yang bahkan sempat viral di media sosial.
“Jadi ceritanya ini oknum LSM Kelapangan marah marahi pekerja, Bentak bentak pengawas, tapi tidak tawarkan solusi pekerjaan teknis yang tepat, yang lucunya, telpon Subkontraktornya dan mengancam, ujung ujungnya hanya minta cuang,” ujar Bung Ilho.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi mengawasi pekerjaan ruas Jalan Bontomanai–Kindang agar dikerjakan sesuai teknis sehingga menghasilkan kualitas yang baik.













